Puisi "Sebuah Kenangan"
Sebuah Kenangan
(Cipt:Muh Fikal)
Kau genggam erat tanganku
Sepertinya tak merelakan kepergianku
Tuk meninggalkanmu
Dermaga saksi bisu
Waktu ku kecup keningmu
Perlahan kau lepaskan
Genggaman tanganku
Dan ku lihat kau menangis
Lambaian tanganmu
Masih ku ingat selalu
Itu yang terakhir
Ku melihat dirimu.
Sudah sering kau kirim surat
Namun tak pernah ku jawab
Agar kau tak berharap
Bukannya aku tak tega
Bukan pula aku tak cinta
Karena orang tua yang
Tak merestui cinta kita...
Ciyeeee puisinya mantep sob,bisalah jadi puisikis. Mampir ya sob di heruarya.blogspot.com
ReplyDeletenice poetry bro! kindly visit my blog adammulia.blogspot.com :) thanks!
ReplyDelete@Heru Arya
ReplyDeletethanks sob
@adam mulia
ReplyDeleteiya thankyou sob