Menulis Bebas Vs Kerangka Karangan
Pada kesempatan kali saya akan membahas tentang menulis bebas vs kerangka karangan, mungkin kalian akan bertanya kenapa saya membahas tentang ini?, baiklah saya akan menjawabnya saya menulis artikel ini agar kalian tau mana yang namanya menulis bebas dan mana yang namanya kerangka karangan dalam menulis sebuah artikel. Dan sebagian kawan-kawan blogger bertanya, apa perlu pakai kerangka karangan untuk menulis artikel? Sebenarnya nggak wajib. Jika dengan memakai kerangka karangan hanya menyiksa pikiran Anda, maka lupakanlah.
Saya sendiri lebih suka model menulis bebas tanpa terikat aturan-aturan menulis yang terkesan kaku dan memasung kreatifitas otak. Prinsip yang berlaku adalah „Otak kanan dulu, baru otak kiri‟. Maksudnya bagaimana? Untuk menghadapi kebuntuan ide, Anda cukup menuliskan segala ide yang berkelebatan di otak. Hanya satu kata: tulis, tulis dan tulis. Masalah benar dan salahnya ejaan yang dipakai, kesatuan makna dan lainnya, itu urusan belakang. Anda bisa memperbaiki setelah semua ide tertampung. Ya, setelah semua ide Anda benar-benar terkuras ke dalam tulisan. Apa tidak takut melewatkan pembahasan-pembahasan penting? Disinilah daya analisa Anda berperan.

Setelah yakin semua ide telah tersalurkan, Anda bisa menambah, mengurangi atau merubah susunan kata-kata yang sekiranya tidak membangun kesatuan makna artikel yang Anda tulis. Lalu, menulis bebas yang baik itu bagaimana? Menulis bebas dapat diibaratkan Anda sedang bercakap-cakap dengan kawan dekat. Namanya saja bercakap-cakap alias ngobrol, kalimat-kalimat yang muncul adalah bentuk interaksi dua orang atau lebih yang kadang diselingi pertanyaan, jawaban, sanggahan, canda tawa, sedikit curhat colongan dan sebagainya.
Meskipun begitu, Anda harus tegas membawa arah pembicaraan bahwa walaupun hal tersebut berupa ngobrol ngalor-ngidul namun harus tetap fokus pada topik yang sedang dibahas. Jangan terpancing untuk memperlebar pembahasan dengan arah kemana-mana. Yang ada nantinya hanya capek menulis untuk menghasilkan artikel benang ruwet.
Jadi kesimpulannya jika kita menulis sebuah artikel tentang pengalaman,cerita, dan lain-lain itu di gunakan pada menulis bebas sedangkan pada kerangka karangan hanya di gunakan ketika kita membuat sebuah judul seperti, cara membuat blog, trik meningkatkan pengunjunga atau tips-tips itu semua harus mempunyai kerangka karangan agar kelihatan menarik dan maksimal sesuai judul yang di buat.
Demikianlah artikel mudah-mudahan bermanfaat dan semoga membantu dan terimah kasih sudah membaca dan mengunjungi blog saya.
Saya sendiri lebih suka model menulis bebas tanpa terikat aturan-aturan menulis yang terkesan kaku dan memasung kreatifitas otak. Prinsip yang berlaku adalah „Otak kanan dulu, baru otak kiri‟. Maksudnya bagaimana? Untuk menghadapi kebuntuan ide, Anda cukup menuliskan segala ide yang berkelebatan di otak. Hanya satu kata: tulis, tulis dan tulis. Masalah benar dan salahnya ejaan yang dipakai, kesatuan makna dan lainnya, itu urusan belakang. Anda bisa memperbaiki setelah semua ide tertampung. Ya, setelah semua ide Anda benar-benar terkuras ke dalam tulisan. Apa tidak takut melewatkan pembahasan-pembahasan penting? Disinilah daya analisa Anda berperan.

Setelah yakin semua ide telah tersalurkan, Anda bisa menambah, mengurangi atau merubah susunan kata-kata yang sekiranya tidak membangun kesatuan makna artikel yang Anda tulis. Lalu, menulis bebas yang baik itu bagaimana? Menulis bebas dapat diibaratkan Anda sedang bercakap-cakap dengan kawan dekat. Namanya saja bercakap-cakap alias ngobrol, kalimat-kalimat yang muncul adalah bentuk interaksi dua orang atau lebih yang kadang diselingi pertanyaan, jawaban, sanggahan, canda tawa, sedikit curhat colongan dan sebagainya.
Meskipun begitu, Anda harus tegas membawa arah pembicaraan bahwa walaupun hal tersebut berupa ngobrol ngalor-ngidul namun harus tetap fokus pada topik yang sedang dibahas. Jangan terpancing untuk memperlebar pembahasan dengan arah kemana-mana. Yang ada nantinya hanya capek menulis untuk menghasilkan artikel benang ruwet.
Jadi kesimpulannya jika kita menulis sebuah artikel tentang pengalaman,cerita, dan lain-lain itu di gunakan pada menulis bebas sedangkan pada kerangka karangan hanya di gunakan ketika kita membuat sebuah judul seperti, cara membuat blog, trik meningkatkan pengunjunga atau tips-tips itu semua harus mempunyai kerangka karangan agar kelihatan menarik dan maksimal sesuai judul yang di buat.
Demikianlah artikel mudah-mudahan bermanfaat dan semoga membantu dan terimah kasih sudah membaca dan mengunjungi blog saya.
wah artikel yang sangat bermanfaat dan sangat bermotifasi gan.
ReplyDeletesukses terus gan
menulis bebas itu tak ubahnya seperti kita menjalani kehidupan dimana kita bebas berimprovisasi tanpa terpaku pada banyak aturan yang bisa jadi malah mengekang kebebasan kreativitas kita
ReplyDeleteBisa diterapin di blog nih. Thanks gan
ReplyDeleteMenulis bebas memang mengembangkan ide..tapi tetap ada patokan nulisnya ya gan..
ReplyDeleteya lumayan ini untuk pembelajaran ke blog ane,, makasih gan
ReplyDeletethx udah berbagi ilmu.. berguna buat ane gan..
ReplyDeleteArtikel yang bermanfaat sekali bagi saya penulis amatir ini.. :)
ReplyDeletemenulis,,, kebiasaan yang baik dan perlu dipupuk
ReplyDeleteUntuk keerluan menulis di media online ataupun massa, merangkai kerangka memang diperlukan demi tulisan yang baik.
ReplyDelete